Wiwit Khofifah Khoirun Nikmah
Nama : Wiwit Khofifah Khoirun Nikmah
NIM : B73218117
BIMBINGAN DAN KONSELING
ISLAM DENGAN TEKNIK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM MENGUBAH POL HIDUP
HEDONIS SEORANG MAHASISWA UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Perkembangan
zaman terbilang sangat pesat di Indonesia. Perubahan tersebut merupakan dampak
dari arus globalisasi yang berkembang, dalam berbagai aspek kehidupan di masa
sekarang. Mulai dari gaya hidup, informasi, teknologi dan sebagainya. Arus
globalisasi ini sangat besar pengaruhnya kepada masyarakat, terutama kaum
remaja yang mudah terpengaruh dan memiliki keinginan untuk mencoba-coba hal
baru.
Globalisasi dan moderenisasi ternyata tidak hanya membawa dampak
positif, tetapi juga berdampak negatif yang dirasakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Globasisasi
telah menyebabkan banyak perubahan-perubahan didalam kehidupan manusia,
misalnya perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat, antara lain menyangkut
perubahan nilai, moral, dan etika kehidupan.
Mahasiswa merupakan bagian kecil dari
masyarakat, yang memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan bangsa. Mahasiswa merupakan
generasi penerus yang akan menentukan, apakah hanya sampai sini atau mampu
bersaing dengan Negara lain. Persaingan tersebut, terjadi dalam segala bidang,
baik ilmu pengetahuan, teknologi, informasi maupun
lainnya. Adanya fenomena dan gaya hidup hedonisme yang makin marak memberikan
pengaruh kepada mahasiswa.
Fakta adanya fenomena dan gaya hidup hedonisme yang marak di kalangan generasi
penerus bangsa Indonesia, misalnya sudah tercermin dari perilaku mereka sehari-hari. Mayoritas
mahasiswa berlomba dan bermimpi untuk
bisa hidup mewah. Berfoya-foya dan “nongkrong” di caffe, mall dan plaza, ini merupakan bagian dari agenda hidup
mereka. Barangkali inilah efek negatif dari semakin banyaknya Mall, Plaza dan
Hypermart lainnya. Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan
lingkungannya termasuk remaja khususnya bagi mahasiswa.
Masa remaja adalah masa dimana perkembangan
dalam segi fisik dan psikis menuju ke matangan. Transisi dari kehidupan
anak-anak menuju dewasa ini menjadikan anak mudah terpengaruh oleh lingkungan
sekitar. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa remaja itu mudah terbawa oleh arus
globalisasi dan modernisasi.
Gaya hidup konsumtif kelas menengah atas dapat
dikategorikan sebagai trand mahasiswa zaman sekarang, gaya hidup itu bisa
dicirikan dengan mengonsumsi produk dan gaya hisup yang modern. Tidak sedikit
pula mahasiswa yang disibukkan dengan tampilan seperti itu untuk berpacaran
dengan gaya hidup yang serba mewah agar tidak gengsi dengan pasangannya. Fenomena hura-hura kerap ditemui di kampus. Semakin
jarang terdengar percakapan
akademis di lingkungan mahasiswa. Percakapan mereka lebih didominasi masalah
fashion, sinetron dan film terbaru, serta aneka bentuk hedonisme lainnya.
Ketika budaya konsumtif ini terus berlanjut
dikalangan mahasiswa, ditakutkan nanti perlahan-lahan akan berpengaruh kepada
pendidikan, baik itu daya piker, logika, nalar dan analisisnya. Keadaan
ini sangat memprihatinkan, mengingat bahwa mahasiswa merupakan generasi
penerus, yang memikul cita-cita bangsa
di pundaknya. Sikap ini telah melahirkan golongan manusia mewah dan masyarakat
cinta akan harta, tamak dan bermegah dengan kedudukan dan status dalam
masyarakat. Mereka selalu cenderung pada kemewahan dan kesenangan.
Seperti
dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 116 yang berbunyi :
لاَ
كاَنَ مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُوْا بَقِيَّةٍ يَّـنْـهَوْنَ عَنِ
الفَسَادِ ِفِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيْلاً مِّمَّنْ أَنْجَيْـنَا مِنْـهُمْ وَاتَّبَعَ
الَّذِيَنَ ظَلَمُوْا مَا أُتْرِفُوْافِيْهِ وَكَانُوْا مُجْرِمِيْنَ
Artinya:
“Maka mengapa tidak ada dari pada umat-umat yang
sebelum kamu orang yang memepunyai keutamaan yang melarag dari pada (mengerjakan)
kerusakan dimuka bumi, kecuali sebagian kecil antara orang yang telah kami selamatkan
antara mereka, dan orang yang dzolim bnyak mementingkan yang mewah yang ada
pada mereka. Dan mereka ialah orang yang berdosa. (QS.Hud : 116).
Gaya
hidup hedonis sangat menarik bagi mereka. Daya pikatnya sangat luar biasa,
sehingga dalam waktu singkat munculah fenomena baru akibat paham
ini. Fenomena yang muncul, ada kecenderungan untuk lebih memilih hidup
enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa harus bekerja keras. Tittel “remaja yang
gaul dan funky” baru melekat bila mampu memenuhi standar tren saat ini. Yaitu
minimal harus mempunyai gadget smartphone, lalu baju serta dandanan yang selalu
mengikuti mode. Beruntung bagi mereka yang termasuk dalam golongan berduit,
sehingga dapat memenuhi semua tuntutan kriteria tersebut. Akantetapi bagi yang
tidak mampu dan ingin cepat seperti itu, pasti
jalan pintaslah yang akan ditempuh.
Dalam
realitanya kehidupan hedonis inilah yang sekarang sedang terjadi juga pada
mahasiswa-mahasiswa di Surabaya khususnya di Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Pernyataan ini dapat
dilihat dari kebasaan mahasiswa ketika ada waktu luang, mereka lebih memilih
pergi ke mall-mall, atau café untuk mencari kesenangan yaitu dengan cara
“noknrong” ketimbang memenuhi tanggung
jawabnya sebagai mahasiswa. Tidak sedikit dari para mahasiswa ini yang memiliki
gaya hidup hedon seperti itu. Rata-rata mereka menggunakan alasan terlalu
pusing dengan tugas, untuk pergi ke mall-mall tersebut.
Dapat terlihat
pula dari cara berpakaian, pola hidup, serta perilaku konsumtif pada
mereka, juga tak jarang mereka seolah menggampangkan proses
perkuliahan, seperti jarangnya mengikuti jam kuliah yang telah dijadwalkan
bahkan tidak sedikit mahasiswa yang hanya menitip absen kepada temannya. Berdasarkan apa yang telah dipaparkan
diatas, terlihat bahwa gaya hidup hedonisme telah meracuni generasi muda khususnya mahasiswa. Dengan melihat fenomena ini, peneliti
tertarik untuk meneliti potret gaya hidup hedonisme
di kalangan mahasiswa. Gaya
hidup seseorang dapat dilihat dari perilaku yang dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatan
untuk mendapatkan atau mempergunakan barang-barang
dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatan
tersebut.
Dengan berkaitannya pada study kasus penelitian saya,
sebut saja dia R (karna
ia tidak mau disebutkan namanya ). Dia berusia 22 tahun dia asli anak Surabaya. Dan dia tercatat sebagai
mahasiswa UINSA semester 8 sama seperti saya. Dia mempunyai gaya hidup yang
luar biasa samapai orang tuanya kebingungan
menuruti permintaannya yang aneh-aneh, seperti meminta gadget,motor ninja
padahal dia terhitung dari keluarga yang (maaf) bisa dikatakan kalangan
menengah kebawah bukan menengah keatas, namun gaya hidupnya sepeti orang yang
menengah keatas, dari cara bicaranya juga berbeda, dia berusaha berbicara
dengan bahasa-bahasa kekinian dan selalu berbicara tentan sesuatu yang berbau dengan
matrealistis padahal kenyataannya sama sekali tidak
sesuai dengan yang dia bicarakan,
Salah satu contohnya adalah pernah suatu hari R diajak teman-teman
kampusnya untuk main ke malang, kemudian R menawari teman-temannya untuk
membawa mobilnya, kemudian teman-emannya meng iyakan tawaran R, kemudian salah
satu temannya juga membawa
mobil soalnya mobilnya tidak cukup, jadi mereka membawa 2 mobil, kemudian
mereka brangkat, setelah sampi tol tiba-tiba mobil yang dikendarai R mengalami
kecelakaan.
setelah itu
polisi datang dan singkat ceritaR ditanya dengan teman-temannya itu sebenarnya
mobil rental atau pribadi, dia menjawab
itu mobil pribadi, namun pada kenyataannya didalam mobil teman-temannya menemukan
kertas-kertas rental (penyewaan), Tiga hari setelah kejadian itu terjadi ayah R dengan R
menemui teman-teman R kemudian beliau bilang dengan berlinang air mata
bahwa sebenarnya R dan kluarga itu yang sederhana, mobil yang dipakai juga
mobil rental beliau bingung bagaimana cara memperbaiki mobil itu, mencari uang
begitu banyaknya dengan gajinya sebagai satpam, beliau juga mengakui bahwa
beliau juga “keteteran” untuk membelikan R
gadget sampai-sampai beliau hutang teman-temannya,
pada saat itu R hanya terdiam. Setelah kejadian itu teman-temannya
menyangka dengan kejadian itu R bisa berubah ternyata sampai saat ini dia tidak
berubah, sikap R seperti itu sudah lama melekat di dalam dirinya, terkadang
teman-temannya dijanjikan untuk ditraktir makan-makan di restoran padahal
kenyataannya tidak sama sekali, disini sudah jelas bahwa dia mengikuti gaya hidup hedonis.
Melihat permasalahan tersebut peneliti berencana akan melakukan konseling dengan pendekatan Rational
Emotive Behavior Therapy yang bertujuan untuk
memperbaiki sikap, presepsi serta pandangan yang irasional dan tidak logis menjadi rasional dan logis. Sehingga R mampu mengembangkan diri
seoptimal mungkin melalui tingkah laku yang baik. Dengan menggunakan
teknik-teknik yang ada dalam pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy
diharapkan R mampu mengubah cara pandang dan tingkah laku yang keliru.
Pendekatan REBT
singkatan dari Rational Emotive Behavior Therapy yang bertujuan
untuk menghilangkan kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, ketidakyakinan, dan
semacamnya untuk mencapai perilaku rasional. Pendekatan REBT
dikembangkan oleh Albert Ellis, yaitu pendekata behavior kognitif yang menekan
pada keterkaitan antara perasaan, tingkah laku dan pikiran.
Pandangan dasar pendekatan ini tentang manusia adalah
bahwa individu memiliki tendensi untuk
berpikir irasional yang salah satunya didapat melalui belajar sosial, di
samping itu individu juga memiliki kapasitas untuk belajar kembali supaya belajar
berpikir rasional. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis
yang biasanya diperoleh dari orang tua dan budaya tempat dibesarkan. Berpikir
secara irasional akan tercermin dari katakata yang digunakan. Kata-kata yang
tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan kata-kata yang tepat
menunjukan cara berpikir yang tepat.
Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri
harus dilawan dengan cara berpikir rasional dan logis, yang dapat diterima menurut akal
sehat, serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. Albert
Ellis menunjukkan bahwa banyak jalan yang digunakan dalam REBT yang diarahkan
pada satu tujuan utama, yaitu meminimalkan pandangan yang mengalahkan diri dari
klien dan membantu klien untuk memperoleh filsafat hidup yang lebih realistic.
Tujuan psikoterapis yang lebih baik adalah menunjukkan kepada klien bahwa
verbalisasi-verbalisasi diri mereka telah dan masih menjadi sumber utama dari
gangguan-gangguan emosional yang dialami oleh mereka.
B.
Objek Kajian
1. Kajian Material
Objek material yang dikaji adalah Seorang
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang memiliki pola hidup hedonis.
2. Kajian Formal
Penanganan Pola
hidup hedonis Seorang Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dalam Konseling
Islam dengan teknik Rasional Emotive Behavior Therapy.
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latara
belakang masalah yang telah diuraikan, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.
Bagaimana terapi REBT dalam mengubah
pola hidup hedonis seorang mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya?
2.
Bagaimana hasil penerapan terapi REBT dalam
mengubah pola hidup hedonis seorang
mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya?
D.
Tujuan Penelitian
Berpijak dari rumusan masalah yang penulis ajukan dan sudah merupakan suatu
keharusan bahwa setiap aktivitas mempunyai tujuan yang dicapai, maka tujuan dalam penelitian
adalah:
1.
Untuk
menjelaskan Rasional Emotive Behavior Therapy dalam mengubah Pola hidup hedonis
seorang mahasiswa.
2.
Untuk
menjelaskan hasil dari Rasional Emotive Behavior Therapy dalam mengubah pola
hidup hedonis seorng mahasiswa.
E.
Kontribusi Penelitian
Setelah
penulis meneliti kasus ini, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis
maupun secara praktis. Kedua manfaat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut
:
1.
Teoritis
Penelitian
teoritis dari penelitian ini, diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan dan
dapat digunakn sebagai pedoman di dalam melakukan penelitian secara lebih
lanjt. Terutma dalam mengkaji bimbingan konseling islam dalam mengubah pola
hiduphedonisme seorang mahasiswa.
2.
Praktis
a)
Diharapkan bagi
Peneliti, penelitian ini mampu membuka wawasan dan pengetahuan baru bagi peneliti terhadapBimbingan
Konseling Islam denganTerapi Rasional Emotive Behavior
Therapy dalam Mengubah Pola
Hidup Hedonis Mahasiswa.
b) Diharapkan dapat
dijadikan literatur dan acuan bagi Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan
Konseling Islam sebagai bahan referensi dan akademis pada umumnya yang akan
melakukan penelitian selanjutnya, mengenai Bimbingan Konseling Islam
dengan Rasional Emotive Behavioral Therapy dalam mengubah pola Hidup hedonis
Mahaasiswa.
F.
Tesis Statement
Hedonisme merupakan pola
hidup yang kurang baik untuk setiap individu, karena dampak buruknya lebih
banyak. Dalam penelitian ini penulis bermaksud menemukan penaganan berdasarkan konseling islam.
Penaganan ini bertujuan untuk membantu para generasi penerus agar tidak
terjebak dalam kehidupan hedon tersebut.
G.
Paradigma
Dalam penelitian ini, perlu peneliti
membatasi dari sejumlah konsep yang diajukan dalam penelitian dengan judul “Bimbingan
Konseling Islam dengan Teknik Rational Emotive Behavior Therapy dalam mengubah
pola hidup Hedonis seorang mahasiawa UIN Sunan Ampel Surabaya”.
Untuk dapat lebih memahami judul diatas,
maka perlu dijelaskan beberpa istilah yang terdapat di dalamnya. Istilah
–istilah yang perlu dijelaskan adalah sebagai berikut:
1)
Bimbingan dan
Konseling Islam
Bimbingan dan Konseling Islam adalah
proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaraas dengan
ketentuan dan petunjuk allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di
dunia dan akhirat. Bimbingan dan Konseing Islam adalah proses pemberin bantuan
terarah, terus menerus dan sistematis kepada setiap individu agar ia dapat
mengembangakan potensi tu fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara
menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al- Qur’an dan Hadist.
Dari uraian
diatas penulis menyimpulkan bahwa Bimbingan dan Konseling Islam adalah proses
pemberian bantuan kepada individu maupun kelompok secara continue dan
sistematis. Dalam hal ini Bimbingan Konseling Islam digunakan peneliti untuk
memberikan arahan dan bimbingan agar klien menyadari dirinya sebagai hamba
Allah senantiasa bisa lebih tergar dan sabar atas segala ketentuan-ketentuan
Allah sehingga klien tidak merasa takut atau cemas dalam menghadapi
permasalahan yang dihadapinya.
2)
gaya hidup
hedonis
a)
gaya hidup
gaya hidup adalah pola dimana orang
hidup menghabiskan waktu serta uang. Seseorang yang cenderung berpenghasilan
besar akan dengan mudah mengalokasiakan uangnya untuk kesenangan dan kemewahan tanpa memikirkan
nominal.
Salah satu faktor yang mempengaruhi gaya
hidup adalah konsep diri memang benar apa yang dikatakan Sarwono, konsep diri
berpengaruh pada gaya hidup seseorang, seperti apa kita menggambarkan diri kita
maka gaya hidup yang harus kita jalani adalah sesuai dengan gambaran kita tersebut,
misalnya orang yangmemiliki konsep diri sebagai tokoh agama maka gaya hidup
yang dijalani biasanya sederhana dan penuh dengan rasa syukur, atau orang yang
memiliki konsep diri sebagai atlit olahraga maka biasanya gaya hidup sehat yang
dijadikan prinsipnya.
Gaya hidup
seseorang dapat dilihat dari perilaku yang dilakukan oleh individu seperti
kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan atau mempergunakan barang-barang dan jasa,
termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada penentuan
kegiatan-kegiatan tersebut. faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang
adalah sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif,
persepsi, kelompok referensi, kelas sosial, keluarga, dan kebudayaan. Dari pendapat tersebut dapat
dikelompokkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup yaitu faktor
yang berasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari
luar (eksternal). Faktor internal yaitu sikap, pengalaman dan pengamatan,
kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi. Dan faktor eksternal yaitu
kelompok referensi, keluarga, kelas sosial, dan kebudayaan.
b) Hedonisme
Hedonisme berasal dari bahasa yunani “hedone”, artinya kesenangan. Jadi,
hedonisme dapat diartikan etika atau pandangan yang menganggap kesenangan dan
kenikmatan sebagai tujuan utama hidup. Hal ini sesuai dengan filsafah etika
hedonisme yang mengatakan, bahwa kesenangan atau kenikmatan realitas hidup yang tak
perlu dihindarkan dan setiap orang suka merasakan kesenagan atau kenikmatan.
Bagi para penganut etika hedonisme, kesenangan atau kenikmatan merupakan nilai
tertinggi dalam hidup merek. Sadar atau tidak, banyak remaja yang menempatkan
kenikmatan material sebagai nilai tertinggi di dalam hidup mereka.
H.
Analisis Teori
Pendekatan Rational Emotif Behavior Therapy (REBT) adalah pendekatan behavior
kognitif yang menekankan pada keterkaitan antara perasaan, tingkah laku dan
pikiran. Pendekatan ini dikembangkan oleh Albert Ellis melalui beberapa
tahap. Pandangan dasar pendekatan ini tentang manusia adalah bahwa individu
memiliki tendensi untuk berfikir rasional yang salah satunya di dapat melalui
belajar social. Di samping itu, individu juga memiliki kapasitas untuk belajar
kembali untuk berfikir rasional. Pendekatan ini bertujuan untuk mengajak
individu untuk mengubaah pikiran-pikiran irasionaalna ke pikiran rasional
melalui teori A-B-C Teori A-B-C tentang kepribadian sangatlah penting bagi
teori dan praktek REBT. A adalah keberadaan suatu fakta, suatu peristiwa,
tingkah laku atau sikap seseorang. C adalah konsekuensi atau reaksi emosional
seseorang; reaksi inibisa layak ddn bisa pul tidak lyak. A (peristiwa yang
mengaktifkan) bukn penebab timbulnya C (konsekuensi emosional) Alih-alih B,
yaitu keyainan individu tentang A, yang menjadi penyebab C, yakni penyebab
emosional.
Dalam penelitian
ini konselor menggunakan Rationaal Emotive Behavior Therapy karena didalmnyaa
terdapaat tiga fokus terapi sekaligus, yakni pemikiran, emosi dan perilaku yang
mana terapi ini diras sangat cocok diterapakan kepada klien yang akan di teliti
pada
dasarnya mempunya sifat hedonis.
I.
Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah dalam pembahasan dan penyusunan
skripsi ini, maka penulis akan menyajikan pembahasan keadaan beberapa bab yang
sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut :
·
BAB I. Pendahulan. Dalam bab ini membahas tentang
Latar Belakang Masalah, Objek Kajian, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Kontribusi
Penelitian, Tesis Statement, Paradigma, analisis teori, dan terakhir yang
termasuk dalam pendahuluan adalah Sitematika Pembahasan.
·
BAB II. Kajian Teoritis. Dalam bab ini membahas
tentang Kajian Teoritik dan Penelitian Terdahulu Yang Relevan. Dalam Kajian
Teoritik menejelaskan beberapa reverensi untuk menelaah objek kajian yang di
kaji, pembahasan meliputi: Bimbingan dan Konseling Islam (Pengertian Bimbingan Konseling Islam, Tujuan Bimbingan Konseling Islam, Fungsi
Bimbingan Konseling Islam, Asas Bimbingan Konseling Islam, Prinsip Bimbingan
Konseling Islam, Unsusr-unsur Bimbingan Konseling Islam, Langkah-langkah
Bimbingan Konseling Islam ), REBT (Penegrtian Rasional Emotif Behavior Therapy, Tujuan Rasional Emotif Behavior Therapy, Tehnik-tehnik Rasional Emotif Behavior Therapy, Langkah-langkah Rasional Emotif Behavior Therapy, Ciri-ciri Rasional Emotif Behavior Therapy, Peran Konselor),Pola Hidup
Hedonis (Pengertian Pola Hidup Hedonis, Bentuk – Bentuk Pola Hidup Hedonis,
Faktor-Faktor Pola hidup Hedonis, Ciri-ciri Pola Hidup Hedonis), Pola Hidup
Hedonis merupakan masalah Bimbingan dan Konseling Islam, Bimbingan dan
Konseling Islam dalam menyelesaikan masalah Pola Hidup Hedonis.
·
BAB III. Penyajian Data. Bab tiga membahas tentang Metode
Penelitian, antara lain : Pendekatan dan Jenis Penelitian, subjek Penelitian,
Tahap-tahap Penelitian, Jenis dan Sumber Data, Tehnik Pengumpulan Data, Tehnik
Analisis Data, Tehnik Keabsahan Data
·
BABIV.Analisa Data. Bab empat membaha tentang Bimbigan
Konseling Islam Dengan Rational Emoif Behavior Therapy (REBT) Dalam Merubah
Pola Hidup Hedonis Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya
·
BAB V. Penutup. Bab lima membahas tentang kesimpulan
dan saran
dari hasil
penelitian yang telah dilakukan.
Komentar
Posting Komentar