Siti Chofipah Kusuma Putri.
Nama : Siti Chofipah Kusuma Putri.
NIM :
B03218041
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENANGANI
AKIBAT DARI PERGAULAN BEBAS ( SEKS BEBAS )
AKIBAT DARI PERGAULAN BEBAS ( SEKS BEBAS )
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja
merupakan masa peralihan atau masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa
dewasa, sehingga pada masa ini sering terjadi kesenjangan. Menurut Sofyan S.
Willis (2005:19), remaja merasa bahwa dirinya bukan anak-anak lagi, akan tetapi
belum mampu memegang tanggung jawab seperti orang dewasa, karena itu pada masa
remaja ini terdapat goncangan, terutama didalam melepaskan nilai-nilai yang
lama dan memperoleh nilai-nilai yangg baru untuk mencapai kedewasaan. Hal ini
tampak dalam tingkah laku remaja itu sehari-hari, baik dirumah,dimasyarakat,
maupun di lingkungan. Selain itu, pada masa remaja dorongan seksual menonjol
dan tampak dalam sikap remaja itu terutama terhadap jenis kelamin yang
berlainan. Adanya karakteristik khusus yang dipunyai kaum remaja ini
menyebabkan banyak para ahli tertarik mengadakan penelitian dan pemahaman
mendalam mengenai kehidupan remaja.
Remaja
mempunyai dua masa yaitu “strom and stress” sebagai masa yang mengalami badai
dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosinya. Jika orang tua tidak perhatian
dan waktunya sangan tersita oleh hasrat keunggulan materi yang merupkan salah
satu simbol status sosial, maka pemenuhan tanggung jawabnya terhadap anak-anak
remaja menjadi terbengkalai. Kadaan inilah yang merupakan salah satu penyebab
mengapa kadangkala remaja berkembang menjadi nakal dan menyusahkan orang tua
lainnya.
Remaja di
indonesia saat ini mengalami perubahan sosial yang sangat cepat dari masyarakat
tradisional menuju masyarakat yang modern, yang juga mengubah norma-norma,
nilai-nilai dan gaya hidup mereka. Remaja yang dahulu terjaga kuat oleh sistem
keluarga, adat budaya serta nilai-nilai tradisional yang ada, telah mengalami
pengikisan yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi dan modernisasi.
Perubahan-perubahan sosial serba cepat dan mengakibatkan perubahan pola
kehidupan, etika dan nilai-nilai moral khususnya hubungan perilaku seksual.
Para remaja juga mengalami beberapa perubahan salah satunya perubahan
fisik-biologisnya, kemasakan hormon dalam tubuhnya sangat mempengaruhi
kemasakan seksual dengan timbulnya dorongan-dorongan seksual yang semakin hidup
dan bergelora. Minat terhadap lawan jenis mulai berkembang dalam arti khusus,
sedang pengenalan diri sendiri ternyata masih sangat kurang.
Rangsangan dari
berbagai perubahan dan kemajuan modernisasi serta adanya budaya permisif tidak
mungkin dapat dihindari oleh remaja, akibatnya dalam diri mereka mulai timbul
perasaan seksual yaitu mulai dapat merasakan atau menerima rangsangan seksual
dari lawan jenis. Mereka mulai berfantasi tentang seks, timbulnya rangsangan
beronani dan masturbasi serta keinginan untuk melakukan hubungan seks dengan
lawan jenisnya, sehingga timbul gejala-gejala yang mengakibatkan pergaulan seks
bebas, borsi, hamil Diluar nikah serta kasus-kasus kejahatan seksual yang
dilakukan oleh remaja.
Dapat
disimpulkan bahwa masa remaja awal merupakan masa transisi dari masa
kanak-kanak ke masa dewasa, maka sudah selayaknya masa ini patut diperhatikan
perkembangannya, apakah tugas perkembangannya tercapai dengan baik atau bahkan
tidak tercapai. Peranan lingkungan pada masa ini sangat berpengaruh bagi
pencapaian tugas perkembangan remaja, baik dari lingkungan, teman,
keluarga,maupun masyarakat. Peranan-peranan itulah ang dapat membuat
perkembangan remaja tercapai dengan baik atau tidak. Masa pencapaian tugas remaja awal dapat dilihat dari sikap
yang dimiliki remaja itu sendiri, jika dia dapat bersosialisasi baik dengan
lingkungan, dapat mengontrol dirinya sendiri dengan kebebasan yang diberikan
orang tuanya, dapat bergaul dengan teman-teman secara sehat, maka remaja
tersebut dapat dikatakan sudah baik melakukan tugas perkembanganya sebagai
remaja.
Tidak semua
remaja awal dapat melaksanakan tugas perkembangannya dengan baik, maka tidak
dapat ditutupi bahwa saat ini permasalahan yang terjadi pada remaja semakin
meningkat. Melihat dari hal tersebut, peneliti tertarik pada permasalahan
kehamilan remaja diluar nikah yang saat ini mudah untuk ditemui, namun kita
tidak pernah mengetahui dengan pasti penyebab dan dampak yang dialami remaja
tersebut. Banyak faktor yang menyebabkan masalah itu terjadi, seperti kurangnya
perhatian orang tua, keluarga yang tidak harmonis, lingkungan yang masih belum
menganggap keberadaan remaja tersebut, dan kurangnya informasi mengenai
kesehatan informasi repeoduksi.
Bimbingan dan
konseling islam dapat berperan dalam meminimalisir bahkan menghapus maraknya
kasus kenakalan – kenakalan remaja yang sudah diatas wajar, salah satu yang
penting dan dapat diperhatikan adalah kasus kehamilan yang marak terjadi pada
remaja. Peran bimbigan dan konseling disekolah tidak hanya sebagai bimbingan
dam konseling saja, namun juga memperhatikan bagaimana pencapaian tugas-tugas
perkembangan siswanya dan bagaimana perkembangannya secara pribadi, sosial,
maupun karirnya. Permasalahan kehamilan pada remaja saat ini banyak ditemui
bahwa remaja tersebut adalah anak sekolah. Maka dari itu, tidak hanya keluarga
yang berperan dan bertanggung jawab akan perkembangan anaknya, namun sekolahan
juga memiliki peran yang sama penting dalam permasalahan ini.
B.
Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah
penanganan konseling pada diri anak yang hamil diluar nikah tersebut serta memberikan sosialisasi kepada anak-
anak remaja agar tidak terjerumus pada seks bebas.
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari kasus ini adalah :
1. Bagaimana
mencegah perilaku seks bebas pada remaja saat ini?
2. Bagaimana perilaku
seks dalam pergaulan bebas pada remaja saat ini?
D. Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui solusi agar seks bebas tidak terjadi.
2. Untuk
mengetahui perilaku seks bebas dalam pergaulan bebas pada remaja saat ini.
E. Manfaat
Penulisan
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi semua pihak.
1. Bagi Remaja
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman pada remaja untuk lebih memahami akan tugas perkembangan yang
seharusnya dicapai dengan baik, sehingga kasus-kasus kenakalan remaja dapat
terminimalisir.
2. Bagi masyarakat
umum
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat
secara umum agar lebih peka terhadap masalah-masalah yang timbul, sehingga
mampu menelaah lebih dalam atas situasi yang terjadi saat ini.
F.
Tesis Statmen
Pembahasan teori dalam penelitian
ini didasarkan pada teori yang menjadi kajian. Dalam kerangka pembahasan
konseling. Teori-teori ataupun model
yang menjadi landasan adalah penanganan diri pada anak yang hamil diluar nikah
itu sesuai konseling islam.
G.
Analisis Teori
Pakar seks juga spesialis Obstentri dan
Ginekologi Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun
data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitas
5% pada tahun 1980-an, menjadi 20% pada tahun 2000 kisaran angka tersebut, kata
Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia.
Permasalahan pergaulan bebas ini sudah merajalela baik di kalangan pelajar
dengan alasan mulai dibilang gaul dan demi mencari kesenangan semata, misalnya
yang terjadi di Desa Masaloka dimana dulu sangat menjunjung tinggi rasa malu
dan menjaga perilaku agar tidak menjadi
bahan gunjingan, namun kini hal yang dianggap tabu ini seolah menjadi hal yang
biasa untuk dipertontonkan.
Dari hasil penelitian faktor-faktor
penyebab pergaulan bebas di kalangan pelajar
adalah:
a.
Pergeseran Budaya
Pergeseran budaya yang meneyebabkan pergaulan bebas yaitu dimana hukum adat
sudah mulai bergeser dari yang mempunyai budaya malu yang sangat tinggi dan
menjaga perilaku agar tidak menjadi gunjingan serta budaya lokal yang sangat
kental, kini pelajar semakin bebas dalam bergaul dan berperilaku karena mereka
mempunyai pola tersendiri dalam bergaul, sehingga aturan yang sudah dipercayai
secara turun-temurun oleh nenek moyang sudah dianggap kolot dan tidak sesuai
dengan zaman sekarang.
b.
Kurangnya Perhatian Orang Tua Yaitu dimana
anak diberi kebebasan dalam bergaual tanpa pengawasan dan perhatian orangtua
dalam menjaga dan mengontrol pergaulan anak.
c.
Teman Dekat Teman
dekat yang menyebabkan pergaulan bebas adalah dimana pelajar ikut melakukan
hal-hal seperti minum alkohol, merokok atau, melakukan halhal yang menyimpang
lainya atas dasar ajakan teman maka pelajar cenderung mengikuti tanpa
mempedulikan akibat yang ditibulkan.
d.
Media Media yang
menyebabkan pergaulan bebas karena adanya kemudahan pelajar dalam mengakses
video atau sumber-sumber pornografi yang mengakibatkan kerusakan mental dan
mempengaruhi otak pelajar untuk mencoba hal-hal yang dilihatnya.
H.
Paradigma Penelitian
Penelitian yang dilakukan Christiana Hari Soetjiningsih
(2010) dijelaskan bahwa remaja terpengaruh oleh teman sebayanya adalah
berdasarkan bagaimana peran dari orang tua tersebut ketika melakukan kontrol
perilaku pada remaja tersebut,sehingga perilaku seksual yang ada tidak
berdampak pada masa perkembangan remaja tersebut. Dan hasil dari penelitian
Doni Eka Putri, Psi, Mpsi (2003) membuat sebuah kesimpulan jika terdapat
perbedaan antara remaja cowok dan cewek untuk bisa terpengaruh peran dari teman
sebayanya, hal tersebut dikarenakan remaja cewek ingin lebih bisa mendapat
sebuah pengakuan dalam kelompok sosialnya, sedangakan pada remaja cowok, susah
untuk peran teman sebaya bisa memberika pengaruh terhadapnya. Hal tersebut
dikarenakan cowok dilkiskan sebagai eorang yang mandiri, berpikir secara
rasional, berlogika dan lebih realistis. Antono suryo putro(2006), memuat hasil
tentang ada perbedaan tentang faktor yang mempegaruhi adanya perilaku seks
pranikah baik dikalangan mahasiswa dan juga buruh pabrik yang menjadi sasaran
pada penelitiannya, rendahnya sikap religiusitas dan juga minimnya pendidikan
terkait masalah seksualitas menjadi salah satu faktor yang mendasari adanya
perilaku seks pranikah tersebut.Bedasarkan dari beberapa penelitian sebelumnya,
penelitian ini benarbenar bebeda meski sama-sama membahas tentang masalah
fenomena seks pa-nikah dikalangan remaja, namun pada penelitian ini adalah
memfokuskan pada apa yang menjadi faktor utama ada adanya perilaku seks
pa-nikah dikalangan remaja dan caa pencegahannya.
I.
Sistematika Penelitian
Dalam penelitian ini disusun sebuah sistematika
penelitian, pada BAB I berisi, pendahuluan, obyek penelitian, rumusan masalah,
tujuan penelitian, kontribusi penelitian, tesisi statement, paradigma
penelitian,
Komentar
Posting Komentar