Syarofatul Fauziyah


Perilaku Menyimpang Pada Remaja
(studi kasus: Kekerasan remaja, pengeroyokan audrey siswi SMP di Potianak)
lambang.jpg
Oleh:
Syarofatul Fauziyah (B03218045)
Kelas/Semester: B5/II
Dosen Pembimbing:
Drs. Masduqi Affandi, M. Pd. I

BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2019


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja.

Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Di samping hal-hal yang menggembirakan dengan kegiatan remaja-remaja pada waktu yang akhir-akhir ini dan pembinaan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi pelajar dan mahasiswa, kita melihat pula arus kemorosotan moral yang semakin melanda di kalangan sebagian pemudapemuda kita, yang lebih terkenal dengan sebutan kenakalan remaja.

Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini sering kita dengar berita ditelevisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya tawuran, pengeroyokan, pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA, pemakain narkoba dan lain-lain.Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot.

Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan di kalangan remaja.
Pada akhir-akhir ini perilaku kenakalan maupun tindak kekerasan remaja semakin marak misal seperti tragedi pengeroyokan Seorang siswi SMP di Pontianak, Audrey menjadi korban pengeroyokan sejumlah siswi SMA. Aksi tersebut terjadi pada Jumat, 29 Maret 2019 di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Sulawesi, Pontianak, Kalimantan Barat. Saat pengeroyokan terjadi, Audrey tersungkur usai ditendang. Pelaku juga menginjak perutnya dan membenturkan kepalanya ke bebatuan. Akibat luka yang dideritanya, kini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit di Pontianak. Menurut Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli, peristiwa ini baru dilaporkan korban dan orangtuanya satu Minggu setelah kejadian.

"Setelah diterima pengaduan, selanjutnya dilakukan visum, dan baru kemarin kami menarik perkara ini dari Polsek Selatan untuk dilimpahkan ke Polresta Pontianak guna penanganan lebih lanjut," jelas dia.

Sementara, para pelaku pengeroyokan hingga kini belum dilakukan pemeriksaan. Kata Husni pihaknya masih melengkapi saksi-saksi dan sedang berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengetahui rekam medis korban.

Berikut fakta pengeroyokan pelajar SMA terhadap Audrey, siswi SMP di Pontianak:
Pengeroyokan terjadi Jumat 29 Maret 2019, pukul 14.30 WIB. Korban yang berada di rumah, dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya. Ada empat remaja perempuan yang membuntutinya saat itu.

Setelah bertemu sang sepupu, Audrey melanjutkan perjalanan dengan motor bersama saudaranya. Namun, di tengah jalan, korban dihampiri terduga pelaku dan meminta sang sepupu mengarahkan motor ke kawasan Jalan Sulawesi. Tiba di sebuah bangunan, sejumlah remaja perempuan yang sudah menunggu.
             
"Seorang di antaranya langsung menyiramkan air ke korban, dan menarik rambut, lalu kemudian menendang korban," ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli.

Aksi brutal pun berlanjut. Meski korban terjatuh, terduga pelaku menginjak perut dan membenturkan kepalan korban ke jalan yang ada bebatuan. Korban dan sepupunya sempat lari, namun dapat dikejar.
Polisi masih berupaya mendalami motif sebenarnya pengeroyokan terhadap ABZ (15), seorang pelajar SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. Adanya keterkaitan masalah asmara pun masih sebatas dugaan motif pengeroyokan itu.
Kasus pengeroyokan Audrey oleh sejumlah siswi SMA di Pontianak mendadak jadi viral dengan tagar Justice for Audrey. Simpati untuk Audrey serta kemarahan kepada para pelaku diunggah dengan tagar Justice For Audrey #JusticeForAudrey.

B.     Objek Kajian
a.       Kajian Material: Upaya Penanganan Psikis remaja yang menjadi pelaku kekerasan maupun korban kekerasan di pontianak.
b.      Kajian Formal: langkah-langkah pembimbingan remaja pelaku kekerasan di pontianak serta penyembuhan trauma kepada korban kekerasan.

C.     Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang masalah diatas maka peneliti merumuskan masalah tersebut sebagai berikut:
1.      Apa langkah-langkah terapi bimbingan dan konseling islam dalam proses penyembuhan remaja pelaku kekerasan dan korban kekerasan.

D.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui proses Bimbingan dan Konseling Islam dalam pembimbingan serta penyembuhan pelaku dan korban kekerasan.

E.     Kontribusi
1.      Bagi Masyarakat terkhusus bagi para guru tan para orang tua agar dapat lebih waspada dalam mengawasi dan membimbing anak-anak didik agar lebih berwawasan luas dan bermoral tinggi.
2.      Bagi konselor agar dapat mengembangkan teori kondeling islamnya.
3.      Bagi peneliti dapat melakukan penelitian yang saya teliti dengan mengunakan metode penelitian yang berbeda.

F.      Tesis
Penyembuhan psikologi bagi remaja yang memiliki penyimpangan perilaku (kenakalan) merupakan sumbangan terhadap perkembangan bimbingan dan konseling islam.
G.    Paradigma
Perilaku kenakalan remaja sebagai sebab dari konstruksi sosial dapat dipahami melalui paradigma tanggung jawab. Melalui paradigma ini tingkat keseriusan tanggungjawabnya akan tergantung pada deskripsi dari konteks tindakan. Tetapi pada dasarnya, tak terbantahkan lagi seseorang akan dianggap menjadi seorang agen yang harus mengetahui tentang kesalahan dari tindakan-tindakan dan konsekuensinya. Ini merupakan cara umum untuk mendefinisikan seseorang itu bertindak kriminal atau lebih sebagai sebuah masalah sosial untuk diproses dalam institusi legal.

H.    Analisis Teori
Berdasakan data yang dipaparkan penulis menggunakan analisis deskriptif, yaitu data yang di susun dan di gambarkan menurut apa adanya.

I.        Sistematika pembahasan
Bab 1 berisikan pendahuluan, yang di dalamnya memuat latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

YASMIN HERINA

Tsaniyah Rohmatil Maulah

Yasinta Rokhmal Fauzia