Solikhah Anugerah Putri



Solikhah Anugerah Putri
B93218167
B5


PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA



BAB 1
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
 Sekolah adalah salah satu lembaga pendidikan formal. Di lingkungan sekolah terdapat tata tertib sekolah, yang bertujuan untuk menciptakan susasana yang tertib. Khususnya untuk menciptakan kedisiplinan dan kenyamanan siswa. Sekolah merupakan salah satu tempat untuk membimbing, mendidik, mengarahkan dan membentuk pribadi seseorang berperilaku yang baik. Sekolah adalah tempat berkumpulnya para siswa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, maka sekolah membentuk suatu cara untuk mengatur dan membatasi bagi siswa untuk berperilaku yang mengarah pada pendisiplinan terhadap norma-norma yang berlaku di sekolah. Pelanggaran tata tertib disiplin sering sekali dilakukan oleh sebagian siswa, pelanggaran seperti membolos, datang ke sekolah tidak tepat waktu, tawuran sampai melakukan kekerasan. Kondisi yang cukup memperhatinkan ini perlu dicegah secara serius, artinya untuk meningkatkan disiplin ini tidak cukup dengan peraturan yang diberlakukan di sekolah. Mulyasa E menjelaskan bahwa guru bertanggung jawab mengarahkan arah-arah yang baik, harus menjadi contoh teladan, sabar, dan penuh pengertian. Guru harus mampu menimbulkan disiplin dalam diri peserta didik terutama disiplin diri. Guru harus mampu melakukan hal-hal seperti membantu peserta didik meningkatkan standar perilakunya dan menggunakan pelaksanan aturan sebagai alat untuk menegakkan disiplin dalam keaktifan pembelajaran. Oleh sebab 2 itu, untuk menjadikan suatu pendidikan yang berhasil maka kedisiplinan dalam keaktifan pembelajaran pada anak didik dalam menjalani proses belajar mengajar mutlak diperlukan.1 Jadi, tugas guru dalam kegiatan meningkatkan disiplin dalam pembelajaran sangat penting, karena kegiatan ini tidak semata-mata tugas guru di kelas saja, tetapi semua guru. Untuk mewujudkan peningkatan disiplin dalam belajar yang efektif di sekolah, maka semua guru mempunyai pesan besar dalam kegiatan meningkatkan disiplin.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana peran dan tanggung jawab Guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa?
2. Bagaimana kesiapan Guru Bimbingan dan Konseling dalam melakukan pembinaan bimbingan dan teladan bagi siswa?
3. Bagaimana strategi dan metode Guru Bimbingan dan Konseling dalam menanamkan kedisiplinan ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dalam setiap kegiatan pasti ada tujuan masing-masing sesuai dengan keinginan yang dicita-citakan. Begitu juga dalam penelitian ini, adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui Bagaimana peran dan tanggung jawab Guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa
2. Untuk mengetahui Bagaimana kesiapan Guru Bimbingan dan Konseling dalam melakukan pembinaan bimbingan dan teladan bagi siswa
3.  Untuk mengetahui Bagaimana strategi dan metode Guru Bimbingan dan Konseling dalam menanamkan kedisiplinan siswa

D. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari kekeliruan dan kesalah pahaman terhadap beberapa istilah pokok yang terdapat dalam skripsi ini, maka perlu kiranya dijelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul penulisan ini yaitu:
1. Peran Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
peran berarti bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Peran dapat diartikan sebagai fungsi atau kegunaan atau tanggung jawab utama bagi seseorang. Adapun yang dimaksud dengan peran dalam bahasan skripsi ini adalah tanggung jawab guru dalam meningkatkan disiplin siswa.
2. Guru Bimbingan dan Konseling
Guru bimbingan dan konseling adalah orang yang melaksanakan program bimbingan dan konseling di suatu sekolah. W. S Winkel menjelaskan bahwa guru bimbingan dan konseling merupakan orang yang memberikan informasi yaitu menjadikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan memberi nasehat kearah yang lebih baik.
Adapun guru bimbingan dan konseling yang penulis maksud dalam penelitian ini adalah guru yang berperan dalam membimbing siswa yang bermasalah dalam disiplin. 3. Disiplin
Disiplin adalah suatu tindakan tata tertib, ketaatan atau kepatuhan pada peraturan tertentu untuk mencapai kondisi yang baik guna memenuhi fungsi pendidikan. Disiplin yang penulis maksud dalam skripsi ini adalah suatu latihan atau belajar yang bertujuan untuk membiasakan mematuhi, mentaati dan menjalankan aturan-aturan atau tata tertib yang telah ditetapkan di sekolah.

E. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara yang masih memerlukan pembuktian atas kebenarannya, hal ini sesuai yang dikemukakan oleh Sudjana yang menyatakan bahwa: “hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal dibuat untuk dijelaskan suatu hal, juga sering dituntut melakukan pengecekkannya”.


BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian, Fungsi dan Manfaat Bimbingan dan Konseling
1. Pengertian dan Bimbingan Konseling
 Dalam bahasa inggris bimbingan adalah “guidance” kata guidance akar dari kata guid yang berarti, mengarahkan, memandu, mengelola dan mengatur”. Istilah guidance juga diartiakan sebagai bantuan atau tuntutan, serta guidance diartikan sebagai pertolongan. Secara etimologis bimbingan berarti bantuan, tuntunan atau pertolongan. Secara etimologis, bimbingan dan konseling terdiri atas dua kata yaitu “bimbingan” (terjemahan dari kata “guidance”) dan “konseling” diadopsi dari kata “counseling”. Dalam praktik, bimbingan dan konseling merupakan kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan bagian dari integral.3 Untuk memberi pemahaman yang jelas, dalam uraian berikut ini pengertian bimbingan dan konseling dijelaskan secara terpisah. Bimbingan Menurut Moh. Surya mengungkapkan pengertian bimbingan adalah “suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan terus menerus dan sistematis dari pembimbing (konselor) kepada yang dibimbing (klien) agar tercapai kemandirian dalam pemahaman, penerimaan, pengarahan dan pengwujudan diri dalammencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian dengan lingkungan.
2. Konseling
Secara etimologis, istilah konseling berasal dari kata latin. Yaitu “cosilium” yang bararti “dengan” atau “bersama” yang dipakai dengan “menerima” atau “memahami”. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon, istilah konseling berasal dari “sellen” yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan”. Konseling adalah suatu pelatihan timbal balik antara dua individu dimana seorang (konselor) membatu yang lain (konseling) supaya ia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungan masalah hidup yang dihadapinya pada saat itu maupun yang akan datang.  Konseling merupakan salah satu tehnik dalam pelayanan bimbingan dimana proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara konselor dan klien, agar klien itu mampu memperoleh pemahaman yang baik terhadap dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya, dan mampu mengarahkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki kearah perkembangan yang optimal.

BAB III
METODE PENELITIAN

Jenis Data Yang Dibuituhkan Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif yakni penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang diamati oleh peneliti.Dalam pembahasan ini, penulis mengunakan metode yang bersifat deskriptif analisis, yaitu metode yang bertujuan untuk memusatkan diri pada pembahasan dan pemecahan masalah yang ada pada saat sekarang dan serta aktual dengan jalan mengempulkan dan menganalisis data secara objektif. Disini penulis menganalisis, mengambarkan dan menjelaskan peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan disiplin siswa

BAB IV
PERAN KONSELOR

Peran dan Tanggung jawab Guru BK dalam Meningkatkan Disiplin Siswa Menurut Suharsimi Arikunto mengatakan, guru bimbingan dan konseling adalah guru yang berpropesinya menangani siswa yang bermasalah di sekolah, pendek kata guru bimbingan dan konseling memberikan bantuan kepada anak didiknya yang mengalami masalah, agar bersangkutan dapat menyelesaikan sendiri.38 Suharsimi Ari Kunto juga mengatakan “guru bimbingan dan konseling adalah guru yang propesinya menangani siswa di sekolah, dengan kata guru bimbingan dan konseling memberikan bantuana kepada anak didiknya yang mengalami masalah, agar yang bersangkutan dapat menyelesaikan sendiri”. Guru bimbingan dan konseling adalah guru yang membantu siswa secara kusus, karena siswa yang mengalami masalah lainya yang berkaitan dengan proses pendidikan di sekolah, secara khusus ditangani oleh guru bimbingan dan koseling. Berdasarkan perngertian peran bimbingan konseling adalah membantu siswa secara khusus dalam menyelesaikan masalah, tidak hanya sebatas mengajar, melainkan juga mendidik, karena proses mengajar juga mencakup sebagai pendidik yang berarti tugas guru dalam mengajar tidak semata-mata menyampaikan ilmu pengetahuan saja, tapi turut juga mendidik dan menanamkan norma-norma kepada siswa. Dengan demikian guru bimbingan konseling kemampuanya dalam melaksanakan pengajaran dan menanamkan sikap dan norma yang baik kepada siswa. Dalam proses belajar dan mengajar guru bimbingan dan konseling mempunyai peran yang sangat besar, karena keberhasilan siswa dalam pendidikan tergantung pada peran dan tanggung jawab guru bimbingan konseling dalam melaksanakan tugasnya. Guru bimbingan konseling berkompetensi, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan siswa secara efektif. Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya aktivitas yang harus dilakukan oleh guru bimbingan konseling di sekolah seperti, meningkatkan disiplin siwa, mampu mengaktifkan siwa dan mampu mendidik para siswa serta mampu menyelesaikan permasalahan siswa yang menjadi perannya guru bimbingan konseling di sekolah. Guru bimbingan dan konseling tidak hannya sebagai pengajar yang memberikan pengajaran yang memberiakan pembelajaran kepada siswanya, melainkan sebagai pendidik yang mengupayakan perubahan tingkah laku dan penyelesaian masalah siswa-siswi. Adapun peran guru bimbingan dan konseling sebagai berikut. Peran bimbingan konseling dilingkunag sekolah mempunyai pengaruh yasng sangat besar terhadap perkembangan jiwa siswa. Dalam kaitannya dengan pendidik, peran guru pada hakikatnya tidak jauh dari peran keluarga, yaitu sebagi rujukan dan tempat berlindungnya jika siswa mengalami permasalahan. Oleh karena itu, wali kelas, guru bimbingan konseling yang akan membantu siswa dalam mengatasi masalah pribadi, dan masalah penyesuaian diri, baik terhadap diri sendri maupun sekolah

BAB V
PENUTUP

Kesimpulan Berdasrkan hasil penelitian dan pembahasan di atas maka penulis dapat memperoleh data dari hasil penelitian sehingga dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Peran guru bimbingan konseling sangat-sangat berarti dan sangat diperlukan di sekolah, karena dalam proses belajar sehingga dapat memberikan arahan dan bimbingan kepda siswa yang memerlukan bantuan, karena siswa-siswi tingkat sekolah menengah atas (SMP) merupakan masa remaja yang penuh dengan persoalan-persoalan dan masa mencari jati diri, apa bila kurangnya guru memeberikan bimbingan dan arahan maka siswa tidak disiplin dalam hal apapun.
2. Kesiapan guru bimbingan konseling dalam membina bimbingan dan teladan
3. Strategi dan metode yang digunakan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menanamkan disiplin kepada siswa itu sendiri yaitu dengan mengunakan metode bimbingan kelompok dan bimbingan individual. Dengan mengunakan metode tersebut guru bimbingan dan konseling menjelaskan betapa pentingnya menanamkan dan meberikan pengetahuan tentang kedisiplinan kepada siswa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

YASMIN HERINA

Tsaniyah Rohmatil Maulah

Yasinta Rokhmal Fauzia